Nats: Mazmur 125:1-2
Orang-orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion yang tidak
goyah, yang tetap untuk selama-lamanya. Yerusalem gunung-gunung sekelilingnya
demikianlah Tuhan sekeliling umat-Nya dari sekarang sampai selama-lamanya.
goyah, yang tetap untuk selama-lamanya. Yerusalem gunung-gunung sekelilingnya
demikianlah Tuhan sekeliling umat-Nya dari sekarang sampai selama-lamanya.
’Mazmur 125:1-2 ini terjemahan yang lebih tepat ialah ‘barangsiapa yang bersandar
kepada Tuhan, dia akan kokoh seperti Yerusalem yang dikelilingi oleh gunung-gunung
demikian Tuhan mengelilingi orang-orang yang bersandar kepada Dia.’ Pada
waktu saya membaca dan merenungkan kalimat ini saya mendapatkan satu
kekuatan: di mana mungkin kita mendapatkan dasar yang tidak akan goyah untuk
selama-lamanya? Plato 2350 tahun yang lalu mengatakan mungkinkah di dunia yang
goncang ini kita bisa mendapatkan fondasi yang tidak goncang? Mungkinkah di
dalam alam yang relatif ini kita dapat prinsip yang mutlak? Mungkinkah di dalam
segala sesuatu yang terus berubah kita mempunyai dasar yang tidak berubah?
Mungkinkah di dalam hidup yang hanya beberapa puluh tahun ini kita mempunyai
sesuatu dalil yang tidak pernah berubah untuk selama-lamanya? In between the
mutable and the immutable, in between the relative and the absolute, in
between the temporal and the eternal, in between the changeable and the
unchangeable, di mana hidup kita? Pertanyaan itu sebenarnya dijawab secara
implisit: tidak ada.
Dunia yang relatif tidak bisa memberikan kepada kita hidup yang mutlak. Dunia yang
berubah tidak mungkin memberikan jaminan ketidak-perubahan. Dunia yang
sementara tidak bisa memberikan kekekalan. Tetapi kenapa justru manusia yang
hidup di dalam dunia ini tidak puas dengan hal yang sementara, yang relatif, yang
berubah ini? Kenapa manusia yang tidak mutlak punya konsep kemutlakan? Kenapa
kita yang tidak sempurna mempunyai pikiran kesempurnaan? Kenapa kita semua
ada konsep kesempurnaan, konsep kemutlakan, konsep kekekalan, konsep
keutuhan, itu semua datang darimana? Tidak ada orang yang bisa menjawab kecuali
kita kembali kepada Alkitab. There is the source, the foundation, the core of the
image and the likeness of God. Kita dicipta menurut peta dan teladan Allah. Anything
which is in God, His substance has a shadow in our lives. Segala sesuatu yang
berada di dalam Tuhan ada bayang-bayangnya di dalam diri manusia. Karena Allah
itu sempurna, itu sebab kita mempunyai satu imajinasi kesempurnaan. Sebab
konsep dasar yang membentuk kita disebut sebagai manusia. Maka itulah sebabnya
baik Plato, Socrates maupun Aristotle yang begitu hebatpun sadar hidup mereka
hanya beberapa puluh tahun dan sesudah itu mati, tetapi mereka adalah peta
teladan Allah dan dari konsep sedalam-dalamnya, tuntutan konsep sempurna,
keutuhan dan kekekalan tidak berubah. Itu menjadi satu gairah, menjadi satu
dorongan mereka hidup menjadi filsuf. Tetapi filsuf berbeda dengan theolog.
kepada Tuhan, dia akan kokoh seperti Yerusalem yang dikelilingi oleh gunung-gunung
demikian Tuhan mengelilingi orang-orang yang bersandar kepada Dia.’ Pada
waktu saya membaca dan merenungkan kalimat ini saya mendapatkan satu
kekuatan: di mana mungkin kita mendapatkan dasar yang tidak akan goyah untuk
selama-lamanya? Plato 2350 tahun yang lalu mengatakan mungkinkah di dunia yang
goncang ini kita bisa mendapatkan fondasi yang tidak goncang? Mungkinkah di
dalam alam yang relatif ini kita dapat prinsip yang mutlak? Mungkinkah di dalam
segala sesuatu yang terus berubah kita mempunyai dasar yang tidak berubah?
Mungkinkah di dalam hidup yang hanya beberapa puluh tahun ini kita mempunyai
sesuatu dalil yang tidak pernah berubah untuk selama-lamanya? In between the
mutable and the immutable, in between the relative and the absolute, in
between the temporal and the eternal, in between the changeable and the
unchangeable, di mana hidup kita? Pertanyaan itu sebenarnya dijawab secara
implisit: tidak ada.
Dunia yang relatif tidak bisa memberikan kepada kita hidup yang mutlak. Dunia yang
berubah tidak mungkin memberikan jaminan ketidak-perubahan. Dunia yang
sementara tidak bisa memberikan kekekalan. Tetapi kenapa justru manusia yang
hidup di dalam dunia ini tidak puas dengan hal yang sementara, yang relatif, yang
berubah ini? Kenapa manusia yang tidak mutlak punya konsep kemutlakan? Kenapa
kita yang tidak sempurna mempunyai pikiran kesempurnaan? Kenapa kita semua
ada konsep kesempurnaan, konsep kemutlakan, konsep kekekalan, konsep
keutuhan, itu semua datang darimana? Tidak ada orang yang bisa menjawab kecuali
kita kembali kepada Alkitab. There is the source, the foundation, the core of the
image and the likeness of God. Kita dicipta menurut peta dan teladan Allah. Anything
which is in God, His substance has a shadow in our lives. Segala sesuatu yang
berada di dalam Tuhan ada bayang-bayangnya di dalam diri manusia. Karena Allah
itu sempurna, itu sebab kita mempunyai satu imajinasi kesempurnaan. Sebab
konsep dasar yang membentuk kita disebut sebagai manusia. Maka itulah sebabnya
baik Plato, Socrates maupun Aristotle yang begitu hebatpun sadar hidup mereka
hanya beberapa puluh tahun dan sesudah itu mati, tetapi mereka adalah peta
teladan Allah dan dari konsep sedalam-dalamnya, tuntutan konsep sempurna,
keutuhan dan kekekalan tidak berubah. Itu menjadi satu gairah, menjadi satu
dorongan mereka hidup menjadi filsuf. Tetapi filsuf berbeda dengan theolog.
Apa bedanya theologi dan filosofi? Ada orang bilang filsafat itu antroposentrik sedang
theologi itu teosentrik. Filsafat itu berpikir jadi manusia, theologi itu Allah memberikan
theologi itu teosentrik. Filsafat itu berpikir jadi manusia, theologi itu Allah memberikan
wahyu dari surga. Saya berkata kepada saudara, filsafat dan theologi itu bedanya
adalah: Theology answers the questions, Philosophy questions the answers. Filsafat
terus bertanya, kenapa, kenapa, kenapa? Theologi menjawab dan menjawab.
Tetapi Filsafat kembali tanya, kenapa begini-begini? Tidak habis-habis. Tuhan
memberikan kebenaran, manusia mencari kebenaran. Kemarin malam lebih dari
satu jam saya hanya berbicara mengenai satu hal: manusia adalah satu-satunya
mahluk yang tidak mungkin puas kecuali dia mengerti kebenaran. Mengerti
kebenaran adalah satu daya dasar yang mendorong manusia hidup di dalam dunia
tetapi bagaimanapun tidak mungkin mendapat jawaban kecuali takluk kepada
jawaban yang diwahyukan oleh Tuhan. Yang disebut ‘setia kepada yang asal, setia
kepada yang benar-benar BENAR’ itu namanya pistos, itu namanya iman. Lalu yang
‘benar-benar BENAR’ itu siapa? Tidak lain adalah Kristus. Only Jesus Christ is the
originality flawless perfection. And why we believe in Jesus? To return to the truth.
Khotbah semacam ini tidak ada di dalam buku apa pun di dunia dan tidak ada
penginjil, evangelist, atau theolog yang memotong cara ankle ini ke dalam pikiran
manusia. Di sini diberikan jawaban bahwa mungkin mencapai hidup yang tidak
pernah goncang jikalau engkau bersandar kepada Tuhan. Kalau saya bersandar
kepada tembok ini karena saya kira tembok ini kuat, padahal tembok ini bisa jatuh
maka saya akan ikut jatuh, bukan? Kepada siapa engkau bersandar? Sandar
kepada Amerika? Amerika sendiri mau mati sekarang. Sejarah adalah satu buku
besar untuk mendidik manusia. Salah satu profesor saya namanya adalah S-E-J-AR-
A-H. Saya tidak banyak mengutip buku, tidak banyak mengutip dari profesorprofesor
tetapi saya mengamati. Da Vinci mengatakan pengetahuan datang bukan
dari ruang kuliah, pengetahuan datang dari pengamatan fakta. Kalimat ini telah
mengubah dunia. Kenapa ada orang yang belajar sampai mendapat Ph.D. yang luar
biasa pandai tetapi anaknya tidak karu-karuan? Kenapa seorang ibu tua di kampung
yang tidak pernah sekolah, anaknya bisa menjadi berhasil? Karena wisdom is
superior than knowledge. Our world is the world full of knowledge but lack of wisdom.
Kalimat ini diucapkan oleh Bertrand Russell di tahun 1940, padahal dia sendiri
termasuk orang seperti itu. Dia punya empat isteri dan mencoba pernikahan bebas.
Itu yang menghancurkan sexual life di Inggris dan mempelopori imoralitas di seluruh
dunia. The revolution of sex membuat dunia menjadi hancur. Di mana moral tidak
diperketat, di situ hidup akan hancur.
adalah: Theology answers the questions, Philosophy questions the answers. Filsafat
terus bertanya, kenapa, kenapa, kenapa? Theologi menjawab dan menjawab.
Tetapi Filsafat kembali tanya, kenapa begini-begini? Tidak habis-habis. Tuhan
memberikan kebenaran, manusia mencari kebenaran. Kemarin malam lebih dari
satu jam saya hanya berbicara mengenai satu hal: manusia adalah satu-satunya
mahluk yang tidak mungkin puas kecuali dia mengerti kebenaran. Mengerti
kebenaran adalah satu daya dasar yang mendorong manusia hidup di dalam dunia
tetapi bagaimanapun tidak mungkin mendapat jawaban kecuali takluk kepada
jawaban yang diwahyukan oleh Tuhan. Yang disebut ‘setia kepada yang asal, setia
kepada yang benar-benar BENAR’ itu namanya pistos, itu namanya iman. Lalu yang
‘benar-benar BENAR’ itu siapa? Tidak lain adalah Kristus. Only Jesus Christ is the
originality flawless perfection. And why we believe in Jesus? To return to the truth.
Khotbah semacam ini tidak ada di dalam buku apa pun di dunia dan tidak ada
penginjil, evangelist, atau theolog yang memotong cara ankle ini ke dalam pikiran
manusia. Di sini diberikan jawaban bahwa mungkin mencapai hidup yang tidak
pernah goncang jikalau engkau bersandar kepada Tuhan. Kalau saya bersandar
kepada tembok ini karena saya kira tembok ini kuat, padahal tembok ini bisa jatuh
maka saya akan ikut jatuh, bukan? Kepada siapa engkau bersandar? Sandar
kepada Amerika? Amerika sendiri mau mati sekarang. Sejarah adalah satu buku
besar untuk mendidik manusia. Salah satu profesor saya namanya adalah S-E-J-AR-
A-H. Saya tidak banyak mengutip buku, tidak banyak mengutip dari profesorprofesor
tetapi saya mengamati. Da Vinci mengatakan pengetahuan datang bukan
dari ruang kuliah, pengetahuan datang dari pengamatan fakta. Kalimat ini telah
mengubah dunia. Kenapa ada orang yang belajar sampai mendapat Ph.D. yang luar
biasa pandai tetapi anaknya tidak karu-karuan? Kenapa seorang ibu tua di kampung
yang tidak pernah sekolah, anaknya bisa menjadi berhasil? Karena wisdom is
superior than knowledge. Our world is the world full of knowledge but lack of wisdom.
Kalimat ini diucapkan oleh Bertrand Russell di tahun 1940, padahal dia sendiri
termasuk orang seperti itu. Dia punya empat isteri dan mencoba pernikahan bebas.
Itu yang menghancurkan sexual life di Inggris dan mempelopori imoralitas di seluruh
dunia. The revolution of sex membuat dunia menjadi hancur. Di mana moral tidak
diperketat, di situ hidup akan hancur.
Pengetahuan tidak pernah mengikat manusia tetapi pengetahuan sesungguhnya
membebaskan manusia. Kalimat ini keluar dari orang yang sejaman dengan Yesus
yaitu Seneca, “Truth can never make you rich but truth can set you free.” Kalimat itu
muncul juga dari Tuhan Yesus Kristus, “You should know the truth and the truth will
set you free.” Saya belajar dari sejarah, saya baik-baik menaati semua dalil sejarah.
Saya mengetahui ada beberapa hal yang manusia tidak bisa lepas daripada apa
yang sejarah berikan kepada kita. Setelah perang dunia selesai, Amerika yang kuat
dan tidak terganggu apa-apa selain Pearl Harbour, kirim jendral Marshall ke Eropa
rundingan dengan Perancis, rundingan dengan Inggris untuk memberikan American
Aid sampai Eropa bangun kembali. Marshall ke Tiongkok juga dan bicara dengan
pemimpin KMT, tetapi setelah bicara dia geleng-geleng kepala. Sampai di Amerika
ditanya apakah kita mau bantu Tiongkok, dia bilang negara itu sulit dibantu, mereka
apa pun tidak mau kerja apa-apa selain melahirkan anak. Kalau American Aid dikirim
untuk bantu orang Cina, saya percaya perlu bantu 3000 tahun karena negara itu
tidak ada apa-apa lagi. Mereka terlalu banyak kebutuhan tidak habis-habis.
Akhirnya Amerika tidak bantu. Lalu Mao Ze Dong bilang tidak perlu bantuan
Amerika, kita bisa menolong diri sendiri. Dari tahun 1949-2009 persis 50 tahun,
sekarang Amerika menjadi pengemis minta Cina bantu mereka. Sekarang Amerika
menjadi negara yang paling miskin, berhutang 900 trilliun dalam 10 tahun dan
Tiongkok meminjamkan uang untuk mereka. Kenapa jadi begitu? Ada dalil-dalil
sejarah yang tidak berubah. Kalau engkau dilahirkan dari keluarga kaya dan
khususnya papa dan mamamu memanjakan kamu terus untuk memakai uang
sebanyak-banyaknya, hari depanmu akan menjadi pengemis. Kembali kepada
Alkitab. Berikan pendidikan dan kesulitan kepada anakmu biar dia jangan berfoya-foya.
Baru umur 10 tahun sudah pakai branded. Anak perempuan saya kalau lihat kaca
lebih dari 2 menit akan saya potong rambutnya sampai gundul. Orang perempuan
yang terus lihat kaca mana ada waktu untuk baca buku? Bagaimana mencapai hidup
yang betul-betul bermutu? Saya katakan kepada saudara seluruh dunia berubah.
Orang yang kerja berat, selalu rajin, jujur dan tekun, mendapat uang berhemat,
orang itu hari depannya akan bagus. Semut saja lebih pintar daripada manusia.
Guru saya selain sejarah yaitu semut. Alkitab berkata, lihat kepada semut, adakah
semut malas? Heran, semut kalau jalan speed-nya selalu sama. Tidak ada semut
yang nongkrong. Semut tidak ada yang malas, semut tidak ada yang tidak sopan,
semut tidak ada yang jalannya pelan. Semua rajin dan gesit dan semua menyimpan
makanan untuk musim dingin. Tidak ada semut yang mati kelaparan. Semua itu
bijaksana alam bagi kita. Belajar dari alam yang Tuhan ciptakan. The wisdom is
shouting out the street, kata Amsal. Saya kaget membaca kalimat ini. Bijaksana
berteriak di jalan-jalan. Maksudnya, engkau jalan di Pasar Baru, engkau jalan di
Thamrin, sepanjang jalan itu ada teriakan-teriakan yang tidak kedengaran, apakah
itu? Teriakan bijaksana.
Kenapa Immanuel Kant tidak pernah sekolah ke luar negeri tetapi dia sendiri menjadi
wejangan semua luar negeri? Karena dia berpikir, dia belajar. Dan bijaksana yang
tertinggi adalah takut akan Tuhan dan mengamati serta mengagumi seluruh ciptaan-
Nya di alam semesta. Dengar firman-Nya melalui nabi-nabi dan rasul-rasul dan
betul-betul menekuni segala sesuatu yang ada di dalam Alkitab. Itulah bijaksana.
Saya tidak berarti menyuruh saudara berhenti sekolah lalu gulung tikar pulang ke
rumah, tetapi saya berkata kepada saudara, mari kita kembali kepada kitab suci.
Tidak ada buku yang memberikan pengajaran yang lebih hebat daripada kitab ini.
Dan di sini dikatakan orang yang bersandar kepada Tuhan hidupnya akan kokoh
seperti Sion. Benarkah Sion itu kokoh? Sion adalah satu gunung yang tidak penting
dan tidak besar. Himalaya tingginya 8892 m dan sekarang ini malah sudah
bertambah menjadi 8902 m karena gempa bumi 1 1/2 tahun yang lalu di kota
Zechuan menjadikan seluruh pegunungan Himalaya naik 10 meter. Bayangkan
gempa bumi itu berapa besar.
Dan karena gempa bumi itu kota Nanjing seluruhnya pindah satu meter. Padahal
jarak kota Nanjing dan Sechuan 2000km. Sechuan adalah satu tempat penting sejak
Sam Kok sebagai satu tempat yang paling strategis di dalam militer. You should
have that piece of land in order to control the whole China. Kenapa? Karena ini
daerah yang begitu berbahaya sehingga untuk masuk menyerang ke dalam begitu
sulit dan dari situ untuk mendorong semua musuh begitu gampang. Jadi itu adalah
daerah yang paling strategis di seluruh Tiongkok dan menurut National Geographic
yang mengukur seluruh lapisan kulit bumi rata-rata tebalnya 30km tetapi hanya satu
tempat yang tebalnya dua kali daripada bagian bumi manapun yaitu lapisan kulit
bumi di Zechuan, 60 km. Tempat itu paling kuat, paling hebat dan paling kokoh.
Maka pemerintah Cina menaruh 7800 ilmuwan nuklirnya di situ. Strategi orang
Komunis hebat sekali sudah menemukan semua itu. Atomic bomb scientist and
atomic nuclear scientist semua ditaruh di situ. Tempat yang paling aman, tempat
yang paling tidak goncang, tempat yang paling tidak mungkin ada gempa bumi.
Semua ini membuktikan tidak ada satu tempatpun di bumi yang aman. Tidak ada
satu tempatpun di bumi yang kekal. Semua adalah sementara, semua akan
goncang, semua bisa berubah.
Saya bersyukur kepada Tuhan. Dia berjanji orang-orang yang bersandar kepada
Tuhan hidupnya kokoh untuk selama-lamanya seperti Sion, dikelilingi oleh gununggunung.
Orang yang takut akan Tuhan juga hidupnya dikelilingi oleh Tuhan sama
seperti satu tangan yang aman. Sion adalah satu bukit yang tidak ada apa-apanya.
Kenapa di sini dia menjadi gunung yang paling penting? Kalau dikatakan orang yang
bersandar kepada Tuhan seperti gunung Himalaya, masih lumayan. Tetapi seperti
gunung Sion?
lebih dari 2 menit akan saya potong rambutnya sampai gundul. Orang perempuan
yang terus lihat kaca mana ada waktu untuk baca buku? Bagaimana mencapai hidup
yang betul-betul bermutu? Saya katakan kepada saudara seluruh dunia berubah.
Orang yang kerja berat, selalu rajin, jujur dan tekun, mendapat uang berhemat,
orang itu hari depannya akan bagus. Semut saja lebih pintar daripada manusia.
Guru saya selain sejarah yaitu semut. Alkitab berkata, lihat kepada semut, adakah
semut malas? Heran, semut kalau jalan speed-nya selalu sama. Tidak ada semut
yang nongkrong. Semut tidak ada yang malas, semut tidak ada yang tidak sopan,
semut tidak ada yang jalannya pelan. Semua rajin dan gesit dan semua menyimpan
makanan untuk musim dingin. Tidak ada semut yang mati kelaparan. Semua itu
bijaksana alam bagi kita. Belajar dari alam yang Tuhan ciptakan. The wisdom is
shouting out the street, kata Amsal. Saya kaget membaca kalimat ini. Bijaksana
berteriak di jalan-jalan. Maksudnya, engkau jalan di Pasar Baru, engkau jalan di
Thamrin, sepanjang jalan itu ada teriakan-teriakan yang tidak kedengaran, apakah
itu? Teriakan bijaksana.
Kenapa Immanuel Kant tidak pernah sekolah ke luar negeri tetapi dia sendiri menjadi
wejangan semua luar negeri? Karena dia berpikir, dia belajar. Dan bijaksana yang
tertinggi adalah takut akan Tuhan dan mengamati serta mengagumi seluruh ciptaan-
Nya di alam semesta. Dengar firman-Nya melalui nabi-nabi dan rasul-rasul dan
betul-betul menekuni segala sesuatu yang ada di dalam Alkitab. Itulah bijaksana.
Saya tidak berarti menyuruh saudara berhenti sekolah lalu gulung tikar pulang ke
rumah, tetapi saya berkata kepada saudara, mari kita kembali kepada kitab suci.
Tidak ada buku yang memberikan pengajaran yang lebih hebat daripada kitab ini.
Dan di sini dikatakan orang yang bersandar kepada Tuhan hidupnya akan kokoh
seperti Sion. Benarkah Sion itu kokoh? Sion adalah satu gunung yang tidak penting
dan tidak besar. Himalaya tingginya 8892 m dan sekarang ini malah sudah
bertambah menjadi 8902 m karena gempa bumi 1 1/2 tahun yang lalu di kota
Zechuan menjadikan seluruh pegunungan Himalaya naik 10 meter. Bayangkan
gempa bumi itu berapa besar.
Dan karena gempa bumi itu kota Nanjing seluruhnya pindah satu meter. Padahal
jarak kota Nanjing dan Sechuan 2000km. Sechuan adalah satu tempat penting sejak
Sam Kok sebagai satu tempat yang paling strategis di dalam militer. You should
have that piece of land in order to control the whole China. Kenapa? Karena ini
daerah yang begitu berbahaya sehingga untuk masuk menyerang ke dalam begitu
sulit dan dari situ untuk mendorong semua musuh begitu gampang. Jadi itu adalah
daerah yang paling strategis di seluruh Tiongkok dan menurut National Geographic
yang mengukur seluruh lapisan kulit bumi rata-rata tebalnya 30km tetapi hanya satu
tempat yang tebalnya dua kali daripada bagian bumi manapun yaitu lapisan kulit
bumi di Zechuan, 60 km. Tempat itu paling kuat, paling hebat dan paling kokoh.
Maka pemerintah Cina menaruh 7800 ilmuwan nuklirnya di situ. Strategi orang
Komunis hebat sekali sudah menemukan semua itu. Atomic bomb scientist and
atomic nuclear scientist semua ditaruh di situ. Tempat yang paling aman, tempat
yang paling tidak goncang, tempat yang paling tidak mungkin ada gempa bumi.
Semua ini membuktikan tidak ada satu tempatpun di bumi yang aman. Tidak ada
satu tempatpun di bumi yang kekal. Semua adalah sementara, semua akan
goncang, semua bisa berubah.
Saya bersyukur kepada Tuhan. Dia berjanji orang-orang yang bersandar kepada
Tuhan hidupnya kokoh untuk selama-lamanya seperti Sion, dikelilingi oleh gununggunung.
Orang yang takut akan Tuhan juga hidupnya dikelilingi oleh Tuhan sama
seperti satu tangan yang aman. Sion adalah satu bukit yang tidak ada apa-apanya.
Kenapa di sini dia menjadi gunung yang paling penting? Kalau dikatakan orang yang
bersandar kepada Tuhan seperti gunung Himalaya, masih lumayan. Tetapi seperti
gunung Sion?
Seolah tidak mengerti geografi. Tetapi ini bukan bicara mengenai geografi tetapi
mengenai sejarah, karena Sion berada di tepi sungai Yordan. Di kanan dan kiri
sungai ini secara lapisan geologinya berbeda ribuan tahun. Apa artinya?
Sion di sebelah kiri yaitu East Bank dan Yerikho di sebelah kanan yaitu West Bank
itu lapisan geologinya bedanya ribuan tahun. Itu membuktikan pernah terjadi gempa
bumi yang terbesar di daerah itu sehingga sehingga seluruh tanah longsor dan
merosot sehingga mengakibatkan seluruh lapisan bumi di situ berubah. Maka kita
tidak boleh mengerti Alkitab dengan harafiah. Yang menjelaskan secara harafiah
akan buntu. Yang mengerti arti rohaninya akan hidup. Maka apa artinya ‘seperti
Sion’? Sion adalah satu-satunya bukit yang dipilih Tuhan di mana peti perjanjian
boleh ditaruh di sana. Berarti Sion adalah satu-satunya tempat di mana tangan Allah
berjanji untuk memimpin dan memelihara manusia sampai selama-lamanya. Inilah
arti iman. The temple of God is in that mount. The ark of God is in that mount. The
faithfulness of the covenant of God is sealed in that mount. Satu-satunya bukit di
mana ada peti perjanjian, di mana ada perjanjian, di mana ada hukum Tuhan yang
tidak berubah. Dunia ini langit dan bumi akan berubah, tetapi hanya Taurat Tuhan
satu titikpun tidak pernah berubah. Tuhan berjanji dengan manusia dan janji Tuhan
bisa dipercaya.
Kenapa Singapura ekonominya merosot? Karena mereka terlalu percaya dengan
Amerika. Citibank is the strongest bank merosot begitu besar. Alkitab sendiri
mengatakan uang itu mempunyai sayap dan bisa terbang jauh darimu. Engkau
bilang, mana bisa? Saya akan kunci di dalam peti, mau terbang kemana? Uang itu
bukan cuma lembaran tetapi ada nilainya. Kalau nilainya sudah turun, engkau makin
kunci makin celaka. Mau tukarpun lebih lama membukanya. Itulah manusia yang
pikir semua bisa dipercaya. Apa saja tidak bisa dipercaya, semua akan ambruk.
Politik akan ambruk. Ekonomi akan ambruk. Hati manusia berubah. Isteripun bisa
berubah. Tidak ada yang kekal. Jangan pernah berharap kepada manusia. Engkau
mesti belajar bersandar kepada Tuhan. Bersandar hanya kepada Tuhan. Orang
yang bersandar kepada Tuhan, dia seperti Sion yang dikelilingi oleh gunung-gunung.
Orang yang bersandar kepada Tuhan adalah dikelilingi oleh Tuhan sendiri. Kenapa
kita bersandar kepada Tuhan? Karena Tuhan adalah Tuhan yang berjanji. Allah
yang sejati adalah Allah yang berjanji. Kitab Allah adalah kitab perjanjian. Tuhan
Yesus sebelum mati di kayu salib Dia menggenapkan Perjanjian yang Baru.
Perjanjian yang Lama diteguhkan oleh Tuhan dengan tanda tangan dari darah
binatang. Perjanjian yang Baru ditandatangani oleh Tuhan dengan darah Anak-Nya
yang tunggal. Tuhan tidak pernah mungkir dari apa yang Dia janjikan. Janji Tuhan
berdasarkan tiga prinsip.
Pertama, the unchangeable of God’s atribute. Kedua, the eternity of His substance.
Ketiga, the honesty of His relationship with us. Allah yang kekal, Allah yang tidak
berubah, Allah yang jujur berkata “Aku akan beserta dengan engkau sampai selamalamanya.”
Janji itu adalah janji yang kekal. Kalau engkau hidup di dalam human
relationship only, engkau akan kecewa. Berjanji di dalam Tuhan you akan menikmati
kekekalan, kejujuran dan ketidakberubahan, engkau akan kokoh luar biasa.
Ibu saya umur 33 tahun sudah menjadi janda. Wajahnya lumayan dan banyak yang
masih mau menikah dengan dia. Tetapi dia berjanji kepada Tuhan sampai mati akan
menjanda dan sampai mati akan setia. Aku akan bersandar kepada kekuatanMu
untuk membesarkan anak-anakku dan aku tidak minta pertolongan siapa pun. Tuhan
tidak meninggalkan dia, Tuhan mendengarkan doanya. Waktu saya umur 6 tahun
setiap pagi terbangun mendengar doa mama saya selama 1 jam itu menggetarkan
hati saya. The faithful widow, the faithful mother cried, “My God, my Lord, beri
kekuatan kepadaku untuk membesarkan anak-anakku. Engkau adalah Bapa dari
anak piatu dan Pembela dari para janda karena firmanMu mengatakan janji ini. Saya
sekarang bersandar kepada-Mu, peganglah tanganku.” Dia diberi Tuhan tujuh anak
laki-laki dan satu-satu dia bawa di dalam doanya. Doa dan membaca kitab suci satu
jam, lalu baru kerja dan mengantar anak-anak ke sekolah. Tuhan mendengar
doanya. Di antara 7 anak, 5 yang menjadi pendeta. Ini memecahkan rekor sejarah
gereja Tionghoa dan saya betul-betul dipengaruhi oleh iman seperti itu dan saya
mengenai sejarah, karena Sion berada di tepi sungai Yordan. Di kanan dan kiri
sungai ini secara lapisan geologinya berbeda ribuan tahun. Apa artinya?
Sion di sebelah kiri yaitu East Bank dan Yerikho di sebelah kanan yaitu West Bank
itu lapisan geologinya bedanya ribuan tahun. Itu membuktikan pernah terjadi gempa
bumi yang terbesar di daerah itu sehingga sehingga seluruh tanah longsor dan
merosot sehingga mengakibatkan seluruh lapisan bumi di situ berubah. Maka kita
tidak boleh mengerti Alkitab dengan harafiah. Yang menjelaskan secara harafiah
akan buntu. Yang mengerti arti rohaninya akan hidup. Maka apa artinya ‘seperti
Sion’? Sion adalah satu-satunya bukit yang dipilih Tuhan di mana peti perjanjian
boleh ditaruh di sana. Berarti Sion adalah satu-satunya tempat di mana tangan Allah
berjanji untuk memimpin dan memelihara manusia sampai selama-lamanya. Inilah
arti iman. The temple of God is in that mount. The ark of God is in that mount. The
faithfulness of the covenant of God is sealed in that mount. Satu-satunya bukit di
mana ada peti perjanjian, di mana ada perjanjian, di mana ada hukum Tuhan yang
tidak berubah. Dunia ini langit dan bumi akan berubah, tetapi hanya Taurat Tuhan
satu titikpun tidak pernah berubah. Tuhan berjanji dengan manusia dan janji Tuhan
bisa dipercaya.
Kenapa Singapura ekonominya merosot? Karena mereka terlalu percaya dengan
Amerika. Citibank is the strongest bank merosot begitu besar. Alkitab sendiri
mengatakan uang itu mempunyai sayap dan bisa terbang jauh darimu. Engkau
bilang, mana bisa? Saya akan kunci di dalam peti, mau terbang kemana? Uang itu
bukan cuma lembaran tetapi ada nilainya. Kalau nilainya sudah turun, engkau makin
kunci makin celaka. Mau tukarpun lebih lama membukanya. Itulah manusia yang
pikir semua bisa dipercaya. Apa saja tidak bisa dipercaya, semua akan ambruk.
Politik akan ambruk. Ekonomi akan ambruk. Hati manusia berubah. Isteripun bisa
berubah. Tidak ada yang kekal. Jangan pernah berharap kepada manusia. Engkau
mesti belajar bersandar kepada Tuhan. Bersandar hanya kepada Tuhan. Orang
yang bersandar kepada Tuhan, dia seperti Sion yang dikelilingi oleh gunung-gunung.
Orang yang bersandar kepada Tuhan adalah dikelilingi oleh Tuhan sendiri. Kenapa
kita bersandar kepada Tuhan? Karena Tuhan adalah Tuhan yang berjanji. Allah
yang sejati adalah Allah yang berjanji. Kitab Allah adalah kitab perjanjian. Tuhan
Yesus sebelum mati di kayu salib Dia menggenapkan Perjanjian yang Baru.
Perjanjian yang Lama diteguhkan oleh Tuhan dengan tanda tangan dari darah
binatang. Perjanjian yang Baru ditandatangani oleh Tuhan dengan darah Anak-Nya
yang tunggal. Tuhan tidak pernah mungkir dari apa yang Dia janjikan. Janji Tuhan
berdasarkan tiga prinsip.
Pertama, the unchangeable of God’s atribute. Kedua, the eternity of His substance.
Ketiga, the honesty of His relationship with us. Allah yang kekal, Allah yang tidak
berubah, Allah yang jujur berkata “Aku akan beserta dengan engkau sampai selamalamanya.”
Janji itu adalah janji yang kekal. Kalau engkau hidup di dalam human
relationship only, engkau akan kecewa. Berjanji di dalam Tuhan you akan menikmati
kekekalan, kejujuran dan ketidakberubahan, engkau akan kokoh luar biasa.
Ibu saya umur 33 tahun sudah menjadi janda. Wajahnya lumayan dan banyak yang
masih mau menikah dengan dia. Tetapi dia berjanji kepada Tuhan sampai mati akan
menjanda dan sampai mati akan setia. Aku akan bersandar kepada kekuatanMu
untuk membesarkan anak-anakku dan aku tidak minta pertolongan siapa pun. Tuhan
tidak meninggalkan dia, Tuhan mendengarkan doanya. Waktu saya umur 6 tahun
setiap pagi terbangun mendengar doa mama saya selama 1 jam itu menggetarkan
hati saya. The faithful widow, the faithful mother cried, “My God, my Lord, beri
kekuatan kepadaku untuk membesarkan anak-anakku. Engkau adalah Bapa dari
anak piatu dan Pembela dari para janda karena firmanMu mengatakan janji ini. Saya
sekarang bersandar kepada-Mu, peganglah tanganku.” Dia diberi Tuhan tujuh anak
laki-laki dan satu-satu dia bawa di dalam doanya. Doa dan membaca kitab suci satu
jam, lalu baru kerja dan mengantar anak-anak ke sekolah. Tuhan mendengar
doanya. Di antara 7 anak, 5 yang menjadi pendeta. Ini memecahkan rekor sejarah
gereja Tionghoa dan saya betul-betul dipengaruhi oleh iman seperti itu dan saya
berjanji kalau saya sudah menyerahkan diri, sampai mati saya tidak akan berubah
karena Tuhan yang berjanji adalah Tuhan yang tidak berubah. Saya akan melayani
sampai mati. Saya menjadi orang Kristen susah luar biasa karena umur 15-17 tahun
saya sudah jatuh ke dalam pikiran Komunisme, Evolusionisme, Dialektika
Materialisme. Di antara anak seumurku tidak ada anak lain yang seperti saya,
maunya filsafat dan pikiran yang dalam. Saya tidak cocok dengan anak sebayaku.
Mau ngomong apa tidak masuk. Mereka ngomongnya cewek dan ngomongnya
main. Saya maunya bicara filsafat. Jadi saya sulit. Dan saya menemukan zaman
sudah berubah, Kekristenan sudah digeser, gereja sudah kosong, pendeta
ngomongnya tidak karu-karuan. Orang yang belajar dan punya pikiran yang tajam
tidak ada. Tetapi saya susah menjadi orang Kristen karena terbentur dua kontras ini,
my mum was a very devout Christian, very godliness. In one hand, she is the patron
of my life but the other hand the faith is so difficult to be challenged by the modern
science.
Maka di dalam pergumulan seperti itu saya minta Tuhan untuk menjawab
pertanyaanku. If You are able to solve my problems intellectually, I will go to answer
the questions of every intellectuals in the whole world. Jawablah pertanyaanku maka
aku akan melayani dan menjawab pertanyaan seluruh dunia. Itu sebab khotbah saya
lain daripada khotbah semua pengkhotbah karena saya menemukan pikiran-pikiran
yang sulit. Bukan karena saya tahu apa yang dia pelajari. Saya tahu secara dasar
manusia diganggu oleh epistemology dan logika apa dan terus mencari jalan
menembusi dan menemukan sedalam-dalamnya batin setiap orang dan menjawab
pertanyaan mereka. Saya bersandar kepada Tuhan dan saya hari ini sudah tidak
muda lagi, saya berani berkata kepadamu, bersandarlah kepada Tuhan. Saya sudah
melayani Dia lebih dari setengah abad, He never failed me. Dia adalah Allah yang
sejati. Dia adalah Allah yang tekun dan jujur dan Allah yang konsisten memelihara
iman orang Kristen yang sungguh cinta kepadaNya. Kadang-kadang kesulitan
besarnya menakutkan. Tetapi saya membuktikan 52 tahun lebih melayani Tuhan,
Tuhan itu sungguh-sungguh hidup.
Saya di GRII tidak pernah datang ke rumah siapa pun minta uang untuk membangun
gedung. Saya hanya memanggil siapa saja yang cinta Tuhan untuk berinisiatif
dengan kerelaan dan kembalikan uang Tuhan kepada Tuhan. God is unchaneable,
immutable, forever, the absolute God, the true God, the living God is with us.
Saya bertanya, kepada siapa engkau bersandar? Kepada Amerika? Kepada orang
kaya?
Kepada siapa engkau beriman? Hanya kepada Yesus Kristus.
Kiranya Tuhan memberkati kita.
karena Tuhan yang berjanji adalah Tuhan yang tidak berubah. Saya akan melayani
sampai mati. Saya menjadi orang Kristen susah luar biasa karena umur 15-17 tahun
saya sudah jatuh ke dalam pikiran Komunisme, Evolusionisme, Dialektika
Materialisme. Di antara anak seumurku tidak ada anak lain yang seperti saya,
maunya filsafat dan pikiran yang dalam. Saya tidak cocok dengan anak sebayaku.
Mau ngomong apa tidak masuk. Mereka ngomongnya cewek dan ngomongnya
main. Saya maunya bicara filsafat. Jadi saya sulit. Dan saya menemukan zaman
sudah berubah, Kekristenan sudah digeser, gereja sudah kosong, pendeta
ngomongnya tidak karu-karuan. Orang yang belajar dan punya pikiran yang tajam
tidak ada. Tetapi saya susah menjadi orang Kristen karena terbentur dua kontras ini,
my mum was a very devout Christian, very godliness. In one hand, she is the patron
of my life but the other hand the faith is so difficult to be challenged by the modern
science.
Maka di dalam pergumulan seperti itu saya minta Tuhan untuk menjawab
pertanyaanku. If You are able to solve my problems intellectually, I will go to answer
the questions of every intellectuals in the whole world. Jawablah pertanyaanku maka
aku akan melayani dan menjawab pertanyaan seluruh dunia. Itu sebab khotbah saya
lain daripada khotbah semua pengkhotbah karena saya menemukan pikiran-pikiran
yang sulit. Bukan karena saya tahu apa yang dia pelajari. Saya tahu secara dasar
manusia diganggu oleh epistemology dan logika apa dan terus mencari jalan
menembusi dan menemukan sedalam-dalamnya batin setiap orang dan menjawab
pertanyaan mereka. Saya bersandar kepada Tuhan dan saya hari ini sudah tidak
muda lagi, saya berani berkata kepadamu, bersandarlah kepada Tuhan. Saya sudah
melayani Dia lebih dari setengah abad, He never failed me. Dia adalah Allah yang
sejati. Dia adalah Allah yang tekun dan jujur dan Allah yang konsisten memelihara
iman orang Kristen yang sungguh cinta kepadaNya. Kadang-kadang kesulitan
besarnya menakutkan. Tetapi saya membuktikan 52 tahun lebih melayani Tuhan,
Tuhan itu sungguh-sungguh hidup.
Saya di GRII tidak pernah datang ke rumah siapa pun minta uang untuk membangun
gedung. Saya hanya memanggil siapa saja yang cinta Tuhan untuk berinisiatif
dengan kerelaan dan kembalikan uang Tuhan kepada Tuhan. God is unchaneable,
immutable, forever, the absolute God, the true God, the living God is with us.
Saya bertanya, kepada siapa engkau bersandar? Kepada Amerika? Kepada orang
kaya?
Kepada siapa engkau beriman? Hanya kepada Yesus Kristus.
Kiranya Tuhan memberkati kita.